Pencarian
Banner
SMASA 70 TAHUN EVENT
Login Member
Username:
Password :
Agenda
25 June 2017
M
S
S
R
K
J
S
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8

Konsep Sistim Robotika

Tanggal : 24-09-2016 10:36, dibaca 107 kali.

Al Jazari, Penemu Sistim Robotika Dunia Yang Konsepnya Dipakai Hingga Kini

al-jazari bapak robot dunia

Al Jazari (1136 M – 1206M)

Al Jazari (1136 M – 1206M), adalah ilmuwan Muslim penemu pertama konsep Robotika Modern. Ia mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang kemudian pada zaman ini dikenal sebagai mesin robot.

Nama lain Al-Jazari adalah Badi Al-Zaman Abullezz Ibn Alrazz Al-Jazari atau Ibnu Ismail Al Jazari atau bisa disapa Al Jazari atau Aljazar.

Al-Djazari_automate_verseur_de_vin

Ilustrasi peralatan hasil temuan Al-Jazari yang ada di manuskripnya. (pict: wikimedia / adjustment & edited: ICC)

Ia dipanggil Al-Jazari karena lahir di Al-Jazira, sebuah wilayah yang terletak di antara Tigris dan Efrat, Irak.

Seperti ayahnya ia mengabdi pada raja-raja Urtuq atau Artuqid di Diyar Bakir dari 1174 sampai 1200 sebagai ahli teknik.

”Tak mungkin mengabaikan hasil karya Al-Jazari yang begitu penting. Dalam bukunya, ia begitu detail memaparkan instruksi untuk mendesain, merakit, dan membuat sebuah mesin”, begitulah pendapat Donald Hill.

Kalimat di atas merupakan komentar Donald Hill, seorang ahli teknik asal Inggris yang tertarik dengan sejarah teknologi, atas buku karya ahli teknik Muslim yang ternama, Al-Jazar.

Al Jazari merupakan seorang tokoh besar dibidang mekanik dan industri. Lahir di Al Jazira, yang terletak diantara sisi utara Irak dan timur laut Syiria, tepatnya antara Sungai tigris dan Efrat.

Al-jazari_robots

Band Robot rancangan Al-Jazari.(Al-Jazari’s musical robot band). (pict: wikimedia / adjustment & edited: ICC)

Konsep rancangan paling lengkap dan detail

Al-Jazari merupakan ahli teknik yang luar biasa pada masanya. Dia tinggal di Diyar Bakir, Turki, selama abad-12. Ibnu Ismail Ibnu Al-Razzaz al-Jazari mendapat julukan sebagaiBapak ‘Modern Engineering’ berkat temuan-temuannya yang banyak mempengaruhi rancangan mesin-mesin modern saat ini, diantaranya combustion engine, crankshaft, suction pump, programmable automation, dan banyak lagi.

Al-jazari_water_device

aDiagram hydropowered water-raising machine dari “Buku Pengetahuan Ilmu Mekanik” karya Al-Jazari. Diagram of a hydropowered water-raising machine from The Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices by Al-Jazari in 1206. (pict: wikimedia / adjustment & edited: ICC)

Donald Routledge dalam bukunya Studies inMedieval Islamic Technology, mengatakan bahwa hingga zaman modern ini, tidak satupun dari suatu kebudayaan yang dapat menandingi lengkapnya instruksi untuk merancang, memproduksi dan menyusun berbagai mesin sebagaimana yang pernah disusun oleh Al-Jazari.

Pada 1206 ia merampungkan sebuah karya dalam bentuk buku yang berkaitan dengan dunia teknik.

Beliau mendokumentasikan lebih dari 50 karya temuannya, lengkap dengan rincian gambar-gambarnya dalam buku, “al-Jami Bain al-Ilm Wal ‘Aml al-Nafi Fi Sinat ‘at al-Hiyal” (The Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices).

Bukunya ini berisi tentang teori dan praktik mekanik. Karyanya ini sangat berbeda dengan karya ilmuwan lainnya, karena dengan piawainya Al-Jazari membeberkan secara detail hal yang terkait dengan mekanika dan merupakan kontribusi yang sangat berharga dalam sejarah teknik.

Keunggulan buku tersebut mengundang decak kagum dari ahli teknik asal Inggris, Donald Hill (1974). Donald berkomentar bahwa dalam sejarah, begitu pentingnya karya Al-Jazari tersebut. Pasalnya, kata dia, dalam buku Al-Jazari, terdapat instruksi untuk merancang, merakit, dan membuat mesin.

Rancangan Jam Gajah”Humanoid Automation” dipamerkan di London

Di tahun 1206, al-Jazari membuat jam gajah yang bekerja dengan tenaga air dan berat benda untuk menggerakkan secara otomatis sistem mekanis, yang dalam interval tertentu akan memberikan suara simbal dan burung berkicau. Prinsip humanoid automationinilah yang mengilhami pengembangan robot masa sekarang.

Kini replika jam gajah tersebut disusun kembali oleh London Science Museum, sebagai bentuk penghargaan atas karya besarnya. Pada acara World of Islam Festival yang diselenggarakan di Inggris pada 1976, banyak orang yang berdecak kagum dengan hasil karya Al-Jazari. Pasalnya, Science Museum merekonstruksi kerja gemilang Al-Jazari, yaitu jam air.

Al-jazari_elephant_clock

Jam Gajah (Elephant Clock) dari manuskrip Al-Jazari. (pict: wikimedia / adjustment & edited: ICC)

Ketertarikan Donald Hill terhadap karya Al-Jazari membuatnya terdorong untuk menerjemahkan karya Al-Jazari pada 1974, atau 6 abad dan 68 tahun setelah pengarangnya menyelesaikan karyanya.

Tulisan Al-Jazari juga dianggap unik karena memberikan gambaran yang begitu detail dan jelas.

Sebab ahli teknik lainnya lebih banyak mengetahui teori saja atau mereka menyembunyikan pengetahuannya dari orang lain. Bahkan ia pun menggambarkan metode rekonstruksi peralatan yang ia temukan.

Karyanya juga dianggap sebagai sebuah manuskrip terkenal di dunia, yang dianggap sebagai teks penting untuk mempelajari sejarah teknologi.

Isinya diilustrasikan dengan miniatur yang menakjubkan. Hasil kerjanya ini kerap menarik perhatian bahkan dari dunia Barat. Dengan karya gemilangnya, ilmuwan dan ahli teknik Muslim ini telah membawa masyarakat Islam pada abad ke-12 pada kejayaan. Ia hidup dan bekerja di Mesopotamia selama 25 tahun. Ia mengabdi di istana Artuqid, kala itu di bawah naungan Sultan Nasir al-Din Mahmoud.

Karya Mesin Pompa Air Pertama di Dunia

Al-Jazari memberikan kontribusi yang penting bagi dunia ilmu pengetahuan dan masyarakat. Mesin pemompa air yang dipaparkan dalam bukunya, menjadi salah satu karya yang inspiratif. Terutama bagi sarjana teknik dari belahan negari Barat.

Jika menilik sejarah, pasokan air untuk minum, keperluan rumah tangga, irigasi dan kepentingan industri merupakan hal vital di negara-negara Muslim. Namun demikian, yang sering menjadi masalah adalah terkait dengan alat yang efektif untuk memompa air dari sumber airnya.

Al-Jazari_Automata_1205

Pompa Rantai Tenaga Air Saqiya (Hydro Powered Saqiya Chain Pump Device) rancangan Al-Jazari’s. (pict: wikimedia / adjustment & edited: ICC)

Masyarakat zaman dulu memang telah memanfaatkan sejumlah peralatan untuk mendapatkan air. Yaitu, Shaduf maupun Saqiya.

Shaduf dikenal pada masa kuno, baik di Mesir maupun Assyria. Alat ini terdiri dari balok panjang yang ditopang di antara dua pilar dengan balok kayu horizontal.

Sementara Saqiya merupakan mesin bertenaga hewan. Mekanisme sentralnya terdiri dari dua gigi.

Tenaga binatang yang digunakan adalah keledai maupun unta dan Saqiya terkenal pada zaman Roma. Para ilmuwan Muslim melakukan eksplorasi peralatan tersebut untuk mendapatkan hasil yang lebih memuaskan.

Al-Jazari merintis jalan ke sana dengan menguraikan mesin yang mampu menghasilkan air dalam jumlah lebih banyak dibandingkan dengan mesin yang pernah ada sebelumnya.

Merancang Lima Jenis Mesin Mekanik

Al-Jazari, kala itu, memikul tanggung jawab untuk merancang lima mesin pada abad ketiga belas. Dua mesin pertamanya merupakan modifikasi terhadap Shaduf, mesin ketiganya adalah pengembangan dari Saqiya di mana tenaga air menggantikan tenaga binatang.

Satu mesin yang sejenis dengan Saqiya diletakkan di Sungai Yazid di Damaskus dan diperkirakan mampu memasok kebutuhan air di rumah sakit yang berada di dekat sungai tersebut.

Clock_of_al_Jazari_before_1206

Gambar Jam Otomatis yang ditempatkan pada sebuah istana hasil rancangan Al-jazari. Automatic castle clock of al-Jazari, 14th century copy. (pict: wikimedia / adjustment & edited: ICC)

Mesin keempat adalah mesin yang menggunakan balok dan tenaga binatang. Balok digerakkan secara naik turun oleh sebuah mekanisme yang melibatkan gigi gerigi dan sebuah engkol.

Mesin itu diketahui merupakan mesin pertama kalinya yang menggunakan engkol sebagai bagian dari sebuah mesin. Di Eropa hal ini baru terjadi pada abad 15. Dan hal itu dianggap sebagai pencapaian yang luar biasa.

Pasalnya, engkol mesin merupakan peralatan mekanis yang penting setelah roda. Ia menghasilkan gerakan berputar yang terus menerus.

Pada masa sebelumnya memang telah ditemukan engkol mesin, namun digerakkan dengan tangan. Tetapi, engkol yang terhubung dengan sistem rod disebuah mesin yang berputar ceritanya lain dan berbeda.

Penemuan engkol mesin sejenis itu oleh sejarawan teknologi dianggap sebagai peralatan mekanik yang paling penting bagi orang-orang Eropa yang hidup pada awal abad kelima belas. Bertrand Gille menyatakan bahwa sistem tersebut sebelumnya tak diketahui dan sangat terbatas penggunaannya.

Al-Jazari_-_A_Candle_Clock

Salah satu jam lilin Al-Jazari. (Jazari’s candle clocks). (pict: wikimedia / adjustment & edited: ICC)

Pada 1206 engkol mesin yang terhubung dengan sistem rod sepenuhnya dikembangkan pada mesin pemompa air yang dibuat Al-Jazari. Ini dilakukan tiga abad sebelum Francesco di Giorgio Martini melakukannya.

Sedangkan mesin kelima, adalah mesin pompa yang digerakkan oleh air yang merupakan peralatan yang memperlihatkan kemajuan lebih radikal.

Gerakan roda air yang ada dalam mesin itu menggerakan piston yang saling berhubungan.

Kemudian, silinder piston tersebut terhubung dengan pipa penyedot. Dan pipa penyedot selanjutnya menyedot air dari sumber air dan membagikannya ke sistem pasokan air.

Pompa ini merupakan contoh awal dari double-acting principle. Taqi al-Din kemudian menjabarkannya kembali mesin kelima dalam bukunya pada abad keenam belas.

Mengapa penemuan-penemuan oleh ilmuwan Muslim berangsur menjadi semakin jarang?

Pada masa keemasan dan kejayaan Islam (Islamic Golden Age) sekitar 750 M – 1258 M adalah masa ketika para filsuf, ilmuwan, dan insinyur di Dunia Islam menghasilkan banyak kontribusi terhadap perkembangan teknologi dan kebudayaan, baik dengan menjaga tradisi yang telah ada ataupun dengan menambahkan penemuan dan inovasi mereka sendiri.

Banyak ilmuwan penting Islam yang hidup dan berkegiatan selama Zaman Kejayaan Islam itu. Namun berangsur-angsur mulai menurun, bahkan menurun drastis.

Al-Jazari_-_The_Basin

Mesin cuci tangan otomatis rancangan Al-Jazari.The hand-washing automaton with a flush mechanism designed by al-Jazari. (pict: wikimedia / adjustment & edited: ICC)

Hal ini banyak dibahas oleh para peneliti, bahkan di wikipedia kadang terjadi kesalahan sejarah dalam mencatat kesimpulan dari penelitian-penelitian yang pernah dilakukan.

Padahal terbukti bahwa Islam pada masa kejayaannya nyaris menaungi semua masalah keilmuan dan sains, mulai dari kerak bumi hingga jagad raya nan luas.

Perlu diketahui pada masa itu, dua pertiga banda langit memiliki nama dari bahasa Arab dan itu diakui oleh dunia astronomi. Namun kini banyak dari nama-nama planet, bintang, galaksi dan sejenisnya, mulai berubah nama menjadi nama-nama dewa dari Yunani.

Hal itu diungkapkan oleh Prof. Neil deGrasse Tyson yang menyatakan:

 “Lebih dari 1000 tahun yang lalu Baghdad adalah sentral ilmu pengetahuan paling maju di dunia dalam segala bidang, termasuk bidang matematika Aljabar dan Algoritma, dan 2/3 bintang termasuk rasi bintang di jagad raya bernamakan dalam bahasa Arab”, jelasnya.

Bagaimana semua itu bisa terjadi? Karena pada masa itu semua ilmuwan dari tigabelievers atau kepercayaan yaitu Islam, Kristen & Yahudi berkumpul dan berembuk bersama untuk kemajuan ilmu pengetahuan dunia.

https://i2.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f7/Tyson_-_Apollo_40th_anniversary_2009.jpg/452px-Tyson_-_Apollo_40th_anniversary_2009.jpg

Prof.Neil deGrasse Tyson

Karena di dalam agama Islam seperti yang dianut Al-Jazari, ada tiga pilar yang harus dikerjakan untuk menjadi manusia yang selalu bertaqwa dan berbudaya dengan baik.

Yaitu, percaya kepada Allah, menggali ilmu (ilm), dan mencintai sesama manusia.

“Lalu bagaimana semua penemuan-penemuan itu bisa berakhir & berubah?” tanya ahli NASA dan astrologi Prof. Neil deGrasse Tyson.

Ia menjelaskan bahwa sepertinya ada “pihak lain” diluar para ilmuwan yang religius dari ketiga agama itu yang memporak-porandakan dengan mitos dan hasutan.

Semenjak itu, pertemuan para ahli-ahli dan ilmuwan dari ketiga agama yaitu Islam, Kristen & Yahudi dari seluruh dunia yang biasanya dilakukan di kota Baghdad semakin jarang dilakukan.

Awalnya penemuan-penemuan di berbagai bidang sains begitu cepatnya (rapidly) ditemukan oleh para ilmuwan-ilmuwan yang mengakui keberadaan Tuhan pada kala itu. (lihat video penjelasan berbahasa Inggris dari Prof. Neil deGrasse Tyson disini)

Al-Jazari_-_A_Table_Device

A table device automaton dengan penggerak hewan hasil desain Al-Jazari. (pict: wikimedia / adjustment & edited: ICC)

Namun pihak lain sepertinya sengaja ingin menjauhkan mereka, bahkan menghasut mereka agar saling memusuhi dan menjadi saling berkompetisi dalam artian bersaing, bukan lagi untuk saling melengkapi dan saling bertanya serta saling berbagi ilmu untuk kemajuan peradaban manusia.

Mulai dari situlah keilmuwan dunia mulai meredup dan semua literatur, buku dan manuskrip “dibajak”, dan mereka mengakui bahwa merekalah penemunya.

Pada masa lalu dan memang sudah ajaran Islam, bahwa jika seseorang menemukan alat atau apapun yang belum ada manusia yang menciptakannya, maka wajiblah baginya untuk menyebarkan hasil temuannya itu.

Menyebarkannya kepada umat manusia agar mereka semakin dapat mempermudah pekerjaannya dan menjadikan mereka semakin bersyukur kepada Allah. Mereka tidak menuntut satu apapun, termasuk “hak paten” atau “upeti” lainnya akibat temuannya tersebut.

Dan dari orang-orang baratlah ilmu-ilmu itu kemudian dicuri, lalu dipatenkan atas nama mereka masing-masing untuk mencari keuntungan.

Banyak sekali penemuan-penemuan dari kebudayaan Islam yang tak tercatat sejarah. Mungkin anda malah berfikir bahwa beberapa mekanika mesin ciptaan Al-Jazari pada artikel ini sangat sederhana, namun harus anda disadari sesadar-sadarnya bahwa semua mesin itu ditemukan pada sekitar tahun 1150-an hingga 1200-an.

al-jazari bapak robotika duniaPerlu pula kita sadari bahwa pada masa itu nyaris seluruh kerajaan di dunia masih sibuk berperang, masih dalam era kegelapan karena maraknya peperangan dan tidak adanya teknologi yang lebih maju melebih apa yang telah terjadi didaerah semenanjung Arab yang kala itu ketiga kepercayaan tersebut masih memiliki toleransi tinggi, lebih saling menghormati dan  hidup rukun.

Demikianlah Al-Jazari, bapak robot modern dunia yang kini telah menjadi sejarah dibidang mekanika, fluida, robotika dan beberapa bidang ilmu pengetahuan lain yang sempat ia telti.

Karena sejarah adalah fakta, dan fakta adalah sejarah. Sejarah telah membuktikan betapa dunia Islam telah melahirkan banyak golongan sarjana dan ilmuwan yang jumlahnya ratusan orang dan temuan-temuan mereka cukup hebat dalam berbagai bidang keilmuwan, bahkan hingga kini dan ke masa yang akan datang. (wikimedia / berbagai sumber).

Al-Jazari_-_A_Musical_Toy

Band musik robot hasil desain al-Jazari. The musical robot band designed by al-Jazari. (pict: wikimedia / adjustment & edited: ICC)

Al-jazari_elephant_clock 2

Al-Jazari – Master Engineer and Father of Robotics


Sumber : https://indocropcircles.wordpress.com



Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :

Pengirim : Trans Asia Tour -  [trans_asiatour@yahoo.com]  Tanggal : 28/09/2016
Paket wisata murah hanya di <a href=\"http://www.birowisatamurah.com\">Trans Asia Tour</a>


   Kembali ke Atas