Pencarian
Banner
SMASA 70 TAHUN EVENT
Login Member
Username:
Password :
Agenda
25 June 2017
M
S
S
R
K
J
S
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8

Menguak Misteri

Tanggal : 24-09-2016 09:27, dibaca 129 kali.

Menguak Misteri: Mengapa Masa Keemasan Dan Kejayaan Islam Di Bidang Sains Pada Masa Lalu Bisa Runtuh?



islam and science sains header


Europeans Dark Age is The Muslim Golden Ages. When The Golden Age of Muslims bought Europe out of The Dark Ages. “The Dark Ages” is the period in Europe following the collapse of the Western Roman Empire.


Tidak hanya lekat dengan dunia barat yang saat ini banyak diklaim sebagai ‘Kabahnya’ ilmu pengetahuan dan teknologi, dunia Islam pun sangat akrab dengan sains sejak berabad-abad silam. Bahkan, agresi umat Islam di dunia sains sudah dimulai sejak abad ke-9.

Ketika itu, umat Islam yang perkembangannya masih banyak terpusat di kawasan Timur Tengah berada pada masa kekhalifahan Bani Abbasiyah, tepatnya di bawa pemerintahan khalifah Al-Ma’mun ar-Rasyid. Meskipun hanya bertahta selama 20 tahun, dari tahun 813 sampai 833, Al-Ma’mun telah disebut mampu membawa Islam sangat dekat dengan sains untuk pertama kalinya.

Pilih Buku Ketimbang Emas, Khalifah Al-Ma’mun Pelopor Kemajuan Sains Islam

Setelah mengambil alih kekuasaan dari saudaranya Al-Amin, lewat perang saudara, Al-Ma’mun menjadi seorang khalifah yang mendukung perkembangan rasionalisme dan sains. Salah satu buktinya adalah ketika Al-Ma’mun meraih kemenangan perang di Byzantium (kini Istanbul), khalifah ini meminta ganti rugi perang bukan berupa emas melainkan salinan buku astronomi karya Ptolemeus yang berjudul Almagest.

Selanjutnya Al-Ma’mun menyuruh anak buahnya untuk mencari buku-buku ilmiah terbaik di Byzantium dan penerjemah terbaik agar buku-buku Yunani itu bisa dibaca oleh umat Islam melalui bahasa Arab. Al-Ma’mun kemudian diketahui memindahkan seluruh buku yang ada di perpustakaanya di Persia ke Baghdad (Irak) tempat Istananya berada.

Khalifah Al Mamun

 

Pembangunan “Rumah Kebijaksanaan”

Tidak hanya mendukung filosofi bangsa barat dan sains, Al-Ma’mun juga kemudian membangun pusat pendidikan yang diberi nama ‘Baitul Hikmah‘ atau ‘rumah kebijaksanaan’. Di tempat itu, berkumpul akademisi Islam dan penerjemah buku-buku Yunani yang ketika itu kebanyakan adalah umat Kristen. Ini sekaligus jadi bukti kerukunan umat beragama yang telah terjalin sejak dulu.

Al-Ma’mun juga mendirikan sebuah pusat observasi astronomi Islam pertama di Shamsiya pada tahun 829. Pusat observasi itu menjadi tempat pembuktian teori astronomi kuno, misalnya jarak matahari dan gerakan planet.

Sayangnya, sebelum melihat buah kerja kerasnya di dunia sains bagi umat Islam, Al-Ma’mun tewas di racun di tahun 833. Sebelum kematiannya, Al-Ma’mun meminta penerusnya untuk melanjutkan aturan-aturannya, termasuk di dunia sains, dan tidak membebani rakyat dengan pajak atau hal lain di luar kemampuan mereka.

Berkat ketekunannya mengembangkan sains itu, Al-Ma’mun dikenal sebagai ‘Khalifah Sains’. Sementara masa pemerintahannya disebut sebagai “Masa Keemasan Sains di Dunia Islam“, dimana banyak cendekiawan berhasil memenuhi potensi mereka soal ilmu pengetahuan.

Contoh alat astronomi kuno Listverse

Contoh alat observasi astronomi kuno Listverse

Gara-gara Mimpi, Al Ma’mun Langsung Jadi Penggemar Sains

Al Ma’mun dikenal sebagai ‘khalifah sains’nya Islam. Di adalah sosok pemimpin dinasti Abbasiyah yang bertahta dari tahun 813-833. Namun, tahukah Anda bila Al Ma’mun mulai menjadi penggemar sains pasca bermimpi ketemu salah satu filsuf Yunani? Ya, filsuf itu adalah Aristoteles, murid dari Plato sekaligus guru dari Alexander Agung. Dalam mimpinya, Al Ma’mun mendapat penjelasan soal pentingnya membuka pikiran.

Dikatakan Al Ma’mun bahwa Aristoteles filsuf yang lahir 384 tahun sebelum masehi itu mengatakan:

“Bila akal sehat dan wahyu tidak bertentangan, maka manusia harus mencari kebenaran Tuhan dengan cara membuka pikiran terhadap kekuatan nalar ketimbang menunggu wahyu.”

Selanjutnya, dalam mimpi itu Aristoteles menyuruh Al Ma’mun untuk menerjemahkan karyua-karya ilmiah dan buku-buku sains dalam bahasa Arab. Aristoteles berpendapat bahwa pengetahuan tidak mengenal batas wilayah kekuasaan, ras, atau pun kebangsaan.

Ilustrasi patung Aristoteles

Ilustrasi patung Aristoteles

Setelah mendapat mimpi itu, Al-Ma’mun menyuruh anak buahnya untuk mencari buku-buku ilmiah terbaik di Byzantium (kini Istanbul) dan penerjemah terbaik agar buku-buku Yunani itu bisa dibaca oleh umat Islam melalui bahasa Arab.

Al-Ma’mun kemudian diketahui memindahkan seluruh buku yang ada di perpustakaanya di Persia ke Baghdad (Irak) tempat Istana barunya berada yang bernamaBaitul Hikmah.

Al-Ma’mun juga kemudian membangun Baitul Hikmah sebagai pusat pendidikan sekaligus perpustakaan tempat cendekiawan Islam mengembangkan pemikirannya. Di tempat itu, berkumpul akademisi Islam dan penerjemah buku-buku Yunani yang ketika itu kebanyakan adalah umat Kristen.

Bahkan, ilmuwan Islam terkenal al-Khawarizmi disebut jadi salah satu cendekiawan yang memanfaatkan Baitul Hikmah. Teori-teori sains terkenal karya Pythagoras dan Arkhimedes pun diterjemahkan dan secara masif dipelajari oleh segenap umat Islam di Baitul Hikmah. Tak berapa lama sains di wilayah negara-negara Islam pun berjaya.

Al-Ma’mun Mengutus Ilmuwan Buktikan Bahwa Bumi Bulat

Bumi bulat atau datar? Pertanyaan ini menghantui manusia sejak ribuan tahun lalu. Sosok pertama yang disebut mengungkapkan Bumi itu bulat adalah Pythagoras filsuf Yunani sekaligus penemu rumus segitiga Pythagoras. Walau begitu, di kala itu Pythagoras hanya berteori dan tak bisa membuktikannya.

Nah, tahukah Anda bila akhirnya salah satu khalifah atau pemimpin dinasti Islam pasca meninggalnya Nabi Muhammad akhirnya pernah membuktikan bahwa Bumi itu bulat? Sosok khalifah itu adalah Al Ma’mun ar-Rasyid yang memerintah tahun 813-833. Di masa pemerintahannya, Islam mencapai banyak kemajuan pesat di dunia sains, terutama bidang astronomi.

Buktinya seperti telah dibahas sebelumnya, Al-Ma’mun mendirikan sebuah pusat observasi astronomi Islam pertama di Shamsiya pada tahun 829. Pusat observasi itu pada akhirnya menjadi tempat pembuktian teori astronomi kuno, misalnya jarak matahari dan gerakan planet.

Tidak hanya itu, sebelumnya pada tahun 820 Al-Ma’mun mengutus ilmuwan astronomi dan geologi muslim dari Bani Musa untuk mengukur keliling Bumi. Pada masa itu, hal ini mungkin diangap gila, namun semua ini terjadi pasca penerjemahan buku astronomi kuno paling terkenal “Almagest” karya Ptolemy. Awalnya Al-Ma’mun penasaran apakah Bumi benar-benar bulat dan memiliki lingkar seperti yang tertulis di buku-buku astronomi.

Ketika itu ilmuwan Bani Musa mengukur jarak antara kota Tadmur ke al-Raqqah (dua-duanya kini berada di Suriah). Berdasarkan perbedaan garis lintang sekitar 1 derajat, ditemukan panjang lingkar Bumi yang ternyata 38.000 kilometer. Belum, percaya dengan hasil itu, akhirnya Al-Ma’mun mengutus ilmuwan untuk melakukan perhitungan kedua.

Pada percobaan kedua ini, ditemukan lingkar Bumi sekitar 40.248 kilometer. Perhitungan ini sangat mirip dari perhitungan keliling Bumi modern yang hasilnya 40.068 kilometer. Penelitian ilmuwan Bani Musa atas perintah Al-Ma’mun ini sekaligus membuktikan bila sebenarnya Bumi itu bulat, bukannya datar. Penelitian ini kemudian banyak tertulis di dalam buku-buku astronomi dunia dan jadi salah satu sumbangsih besar dunia Islam pada ilmu pengetahuan dan sains.

Islam dan Ilmu Pengetahuan

Firman-firman Allah SWT dan Hadist-hadist Rasulullah SAW setentang ilmu pengetahuan seperti berikut ini:

Firman-firman Allah SWT tentang ilmu pengetahuan:

QS. Mujaadilah 11:

” Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. ” (QS. Al Mujaadilah:  11)

QS. Ali Imraan : 18

“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ali Imraan : 18)

QS. Thaha 114:

“Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al Qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” ” (QS. Thahaa : 114)

QS. Faatir : 28

“Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. ” (QS. Faatir : 28)

QS. Az Zumar 9:

“(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallahyang dapat menerima pelajaran.” (QS. Az Zumar: 9)

Sebenarnya masih ada beberapa ayat Al-Quran lainnya tentang pentingnya ilmu dan hal mempelajari ilmu, namun tidak semuanya dimuat dalam artikel ini.

Hadist-hadist tentang ilmu pengetahuan

• Dari Mua’awiyah ra, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa dikehendaki oleh Allah menjadi baik, maka Dia memberikankefahaman (ilmu) masalah agama.” (HR. Bukhari dan Muslim)

• Dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah memudahkan bagi orang itu karena ilmu tersebut jalan menuju ke Syurga.” (HR. Muslim)

• Dari Sahl bin Sa’ad ra bahwasanya Nabi SAW bersabda:

 “Dan Allah, jika Allah memberi petunjuk kepada seseorang dengan perantaraan ilmu, itu lebih baik daripada unta merah (hak milik orang yang paling berharga).” (HR. Bukhari dan Muslim)

• Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash ra, bahwasanya Nabi SAW bersabda:

“Sampaikanlah (ilmu) dari aku meski hanya satu ayat, dan boleh saja kalian menceritakan dari Bani Israil (boleh) untuk diambil pelajaran. Dan barang siapa mendustakan atasku (mengatasnamakan suatu pembicaraan kepada Nabi, padahal kalian tidak menyabdakannya) dengan sengaja, maka sebaiknya ia meletakkan tempat duduknya di Neraka.” (HR. Bukhari)

• Dari Abu Hurairah ra, ia berkata : Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila anak Adam (manusia) mati, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga hal, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau amak shaleh yang selalu mendo’akannya.” (HR. Muslim)

• Dari Abu Hurairah ra, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:

“Dunia dan segala isinya adalah terkutuk kecuali dzikir dan taat kepada Allah SWT, serta orang alim dan orang yang belajar.” (HR. Turmudzi)

• Dari Anas ra, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa keluar dengan tujuan menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah sampai ia kembali.” (HR. Turmudzi)

• Dari Abu Darda ra, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa  menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju Syurga. Dan sesungguhnya Malaikat membentangkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena puas dengan apa yang diperbuatnya, dan bahwasanya penghuni langit dan bumi sampai ikan di lautan memintakan ampun kepada orang yang pandai. Kelebihan orang alim terhadap abid (orang yang ahli ibadah tetapi tidak alim), bagaikan kelebihan bulan purnama terhadap bintang-bintang yang lain. Sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi, dan bahwasanya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, tetapi para Nabi mewariskan ilmu pengetahuan. Maka barang siapamengambil (menuntut) ilmu, maka ia telah mengambil bagian yang sempurna.” (HR. Turmudzi)

• Dari Abu Hurairah ra, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa ditanya tentang suatu ilmu kemudian ia menyembunyikannya (tidak menjawab dengan sebenarnya), maka kelak di hari Kiamat ia akan dikendalikan dengan kendali dari api Neraka. ” (HR. Abu Daud dan Turmudzi)

• Daru Abu Hurairah ra, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang mempelajari ilmu pengetahuan yang semestinya bertujuan untuk mencari ridha Allah ‘Azza wa jalla, kemudian ia mempelajarinya dengan tujuan hanya untuk mendapatkan kedudukan (kekayaan duniawi), maka ia tidak akan mendapatkan baunya Syurga kelak pada hari Kiamat.” (HR. Abu Daud)

• Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:

“Sungguh, Allah SWT tidak akan mencabut ilmu dari manusia begitu saja. Tetapi Allah SWT  mencabutnya dengan mengambil (mewafatkan) orang-orang yang berilmu, sampai tidak lagi tersisa seorang alim pun, lalu menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin. Para pemimpin yang bodoh itu ditanya, lalu mereka memberi fatwa tanpa dasar ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

• Dari Abu Umamah ra, Rasulullah SAW bersabda:

“Kelebihan orang alim terhadap orang yang ahli ibadah (tetapi tidak alim), seperti kelebihan ku terhadap orang yang paling rendah diantara kalian.”

Kemudian Rasulullah meneruskan sabdanya: “ Sesungguhnya Allah, Malaikat serta penghuni langit dan bumi sampai-sampai semut yang berada di sarangnya dan juga ikan, senantiasa memintakan rahmat kepada orang yang mengajarkan (ilmu) kebaikan kepada manusia.” (HR. Turmudzi)

Yang demikian sesuai dengan Sabda Rasul, adalah sebagai kafarat (penghapus) terhadap sesuatu (kekhilafan) yang terjadi di dalam pertemuan. Sebenarnya masih ada beberapa hadis shahih Rasullulah lainnya tentang pentingnya ilmu dan hal mempelajari ilmu, namun tidak semuanya dimuat dalam artikel ini.

Runtuhnya Kejayaan Sains Islam

Era Kegelapan atau “Zaman Kegelapan” (The Dark Ages) pada masa lalu, adalah justru “Zaman Keemasan Islam” atau Islamic Golden Ages) di dunia Islam atau Muslim. Pada kala itu ribuan saintis menemukan banyak penemuan-penemuan baru di segala bidang lalu ditulis ke dalam buku-buku sains mereka.

Pada hukum Islam, jika seseorang baik itu ilmuwan atau tidak, lalu dia telah menemukan sesuatu, maka ilmu baru itu harus diberikan atau disebarkan kepada umat manusia, dan tidak diperkenankan dengan sistim “dijual”, “meminta upeti”, “hak cipta” atau “hak paten”. Karena dalam Islam, ilmu harus disebarkan tanpa bayaran, karena ilmu adalah salah-satu pahala yang tak akan pernah habis walau dia meninggal dunia.

Namun kebaikan ini dipergunakan oleh saintis barat untuk mempelajarinya dari buku-buku sains itu, lalu ditulis ulang dan dipatenkan atas nama-nama mereka. Setelah ditulis ulang, kemudian buku-buku itu dihancurkan, dibakar atau dibuang. Maka, hingga kini yang tercatat dalam sejarah adalah penemu-penemu dari Yunani, Romawi atau dari dunia Barat.

Ilmuwan Muslim

Peneliti Muslim pada masa keemasan ilmu di dunia Islam

Penemuan-penemuan di dunia Islam oleh para saintis Muslim termasuk bidang biologi, berbagai bidang teknik, ekonomi, ilmu sosial, kedokteran, ilmu bedah, ilmu syaraf (neuroscientists), psikologi, robotika, optikal, geografi, ilmu bumi, ilmu kimia, ilmu fisika, ilmu politik, astronomi, astro-fisika dan masih banyak lainnya.

Tahukah Anda siapa yang dapat memetakan bola dunia paling mirip dengan penampakkan oleh satelit pada masa kini? Tahukan Anda kata “camera” berasal dari bahasa Arab “kamrah”? Tahukah Anda siapa penemu Al-Jabbar (Al-Gebra), Al-Logaritma, Alcohol dan lainnnya? Tahukah Anda bahwa banyak sekali nama-nama pulau dan benua yang pernah dijelajahi oleh pelaut Muslim awalnya berbahasa Arab? Kini semuanya telah diganti.

Tahukah Anda bahwa ribuan spesies hewan awalnya bernama Arab? Kini diganti dengan penamaan Latin. Tahukan Anda bahwa sebenarnya nama-nama planet, bahkan 2/3 dari jumlah seluruh bintang di langit yang hingga sekarang dapat Anda lihat, awalnya adalah berbahasa Arab juga? Kini, nyaris semuanya diganti oleh nama-nama dewa Yunani.

Kala itu, planet-planet sudah banyak ditemukan, bahkan pada masa itu, 2/3 setiap bintang-bintang yang bisa kita pandangi tiap malam di langit nan gelap hingga kini, pernah dinamai dengan bahasa Arab.

Lalu, kenapa dunia sains di dunia Islam kini terpuruk? Karena setelah Al-Ma’mun wafat, sebagian ulama ada yang mengatakan, bahwa jika MENGUTAK-ATIK ANGKA seperti matematika, fisika, kimia, astromoni dan ilmu yang menggunakan matematika lainnya, maka hukumnya adalah sama dengan ilmu sihir, alias haram!

Maka sejak itulah, dunia ilmu pengetahuan di negara-negara Islam yang paling jaya sejagat dimasa lalu tersebut, seketika menjadi runtuh! Dan sejak itu hingga kini, sains tidak dikuasai lagi oleh Islam.

Inilah Beberapa Ilmuwan dan Tokoh Sains Muslim Yang Dilupakan Dunia

Bagaimana mungkin seorang Muhammad membaca? Beliau adalah seorang buta huruf. Beliau bukan seorang ilmuwan. Beliau bukanlah seorang pengarang. Dan, Al-Qur’an tidak diwahyukan secara berurutan. Namun sesuai kejadian-kejadian yang dialami oleh beliau. Selama diwahyukan, Al-Qur’an tidak diturunkan berdasarkan ayat demi ayat yang berurutan, selalu acak, beda surah, beda ayat, beda kota, beda keadaan.

https://i0.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/56/Stamps_of_Azerbaijan%2C_2009-861.jpg

Kemudian dihafalkannya beserta semua sahabatnya agar tidak saling lupa. Namun ketika tiap ayat di Al-Qur’an yang telah diwahyukan tersebut disusun, ternyata menjadi beraturan.

Itulah salah satu kitab Ilahi yang sempurna, mukzizat yang tiada duanya karena tidak hanya dapat dinikmati oleh Rasul dan kaum di zamannya, namun oleh segenap umatnya hingga akhir zaman (for all mankind).

Di dalam Islam, ada tiga pilar yang harus dikerjakan untuk menjadi manusia yang selalu bertaqwa dan berbudaya dengan baik. Yaitu, percaya kepada Allahmenggali ilmu (ilm), dan mencintai sesama manusia.

Islam sering kali diberikan gambaran oleh orang-orang dan golongan yang tidak pernah mengenalnya sebagai agama yang mundur dan memundurkan. Islam juga dikatakan tidak pernah menggalakkan umatnya untuk menuntut dan menguasai pelbagai lapangan ilmu pengetahuan. Kenyataan dan gambaran yang diberikan itu bukan saja tidak benar tetapi justru bertentangan dengan hakikat sejarah yang sebenarnya.

Sejarah adalah fakta, dan fakta adalah sejarah. Sejarah telah membuktikan betapa dunia Islam telah melahirkan banyak golongan sarjana dan ilmuwan yang cukup hebat dalam berbagai bidang keilmuwan.

SCIENCE IS FUN..!

Pada masa lalu dan memang sudah ajaran Islam, bahwa jika seseorang menemukan alat atau apapun yang belum ada manusia yang menciptakannya, maka wajiblah baginya untuk menyebarkan hasil temuannya itu. Menyebarkannya kepada umat manusia agar mereka semakin dapat mempermudah pekerjaannya dan menjadikan mereka semakin bersyukur kepada Allah.

Mereka tidak menuntut satu apapun, termasuk “hak paten” atau “upeti” lainnya akibat temuannya tersebut.

Dan dari orang-orang baratlah ilmu-ilmu itu kemudian dicuri, lalu dipatenkan atas nama mereka masing-masing untuk mencari keuntungan. Banyak sekali penemuan-penemuan dari kebudayaan Islam yang tak tercatat sejarah. Misalkan, diantaranya adalah keilmuwan dalam bidang falsafah, sains, politik, kesusasteraan, kemasyarakatan, agama, pengobatan, astronomi dan sebagainya.

Salah satu ciri yang dapat diperhatikan pada para tokoh ilmuwan Islam ialah mereka tidak sekedar dapat menguasai ilmu tersebut pada usia yang muda, tetapi mereka juga menguasai keilmuwan tersebut dalam masa yang singkat dan dapat menguasai beberapa bidang ilmu secara bersamaan.

 


Sumber : https://indocropcircles.wordpress.com



Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :

Pengirim : Trans Asia Tour -  [trans_asiatour@yahoo.com]  Tanggal : 28/09/2016
Paket wisata murah hanya di <a href=\"http://www.birowisatamurah.com\">Trans Asia Tour</a>


   Kembali ke Atas